Ekstrak Rumput Laut Cokelat: Rahasia di Balik Tanaman yang Lebih Tahan Banting

|
Oktober 1, 2026
Nadhiva Maharani

Kalau kamu lagi cari tahu soal "ekstrak rumput laut" atau "alga" buat pertanian, kemungkinan besar kamu bakal sering nemuin satu nama genus tertentu: Sargassum, si alga cokelat yang jadi salah satu bahan paling banyak diteliti di dunia biostimulan tanaman.

Menariknya, Sargassum ini sebenarnya sering dianggap "masalah" di banyak pantai, terutama di kawasan Karibia, karena menumpuk dalam jumlah besar dan mengganggu ekosistem pesisir maupun pariwisata. Tapi di sisi lain, justru alga yang dianggap limbah ini punya kandungan senyawa aktif yang sangat kaya untuk mendukung pertumbuhan tanaman (NCBI, 2026).

Kenapa Alga Cokelat, Bukan Alga Jenis Lain?

Dari sekian banyak jenis rumput laut, alga cokelat seperti Ascophyllum nodosum, Ecklonia maxima, Fucus spp., dan Sargassum spp. jadi yang paling sering dipakai sebagai bahan biostimulan, karena kandungan metabolitnya yang tinggi: karbohidrat, protein, asam amino, hormon tumbuhan alami (fitohormon), karotenoid, vitamin, hingga senyawa fenolik (NCBI, 2026).

Salah satu alga cokelat paling terkenal, Ascophyllum nodosum, bahkan terbukti mampu mendorong tanaman untuk memproduksi hormon pertumbuhannya sendiri, yang berkontribusi pada pertumbuhan lebih baik, ketahanan terhadap stres, serta penyerapan dan distribusi nutrisi yang lebih optimal (NCBI, 2026).

Apa yang Sebenarnya Dilakukan Ekstrak Ini pada Tanaman?

Penelitian soal Sargassum secara spesifik cukup banyak, dan hasilnya konsisten di beberapa area penting:

Ketahanan terhadap stres lingkungan. Dalam uji coba pada tanaman tomat yang mengalami stres garam, ekstrak hidroalkohol Sargassum terbukti meningkatkan kadar antioksidan enzimatik maupun non-enzimatik tanaman, membantu tomat bertahan lebih baik dalam kondisi yang seharusnya merugikan (NCBI, 2026).

Ketahanan terhadap suhu tinggi. Riset lain menunjukkan ekstrak Sargassum mampu meningkatkan toleransi tanaman tomat terhadap suhu panas, dengan perbaikan pada aspek morfologi, fisiologi, hingga ekspresi gen tanaman, bahkan meningkatkan biomassa kering tanaman hingga 6,66% di bawah kondisi stres panas (MDPI, 2025).

Ketahanan terhadap kekeringan. Pada tanaman canola, ekstrak alga cokelat Sargassum angustifolium terbukti membantu tanaman melawan efek buruk stres kekeringan dengan meningkatkan tinggi tunas, berat kering, kandungan pigmen fotosintesis, serta aktivitas antioksidan (PubMed).

Pertumbuhan dan perkecambahan. Pada tanaman kacang dan bunga matahari, ekstrak Sargassum polycystum meningkatkan berat basah tanaman hingga 18–31%, jumlah daun hingga 19–33%, dan luas daun hingga 19% dibanding tanaman kontrol (PMC, 2023).

Perlindungan dari penyakit. Aplikasi ekstrak Sargassum juga terbukti menurunkan tingkat infeksi penyakit pada tanaman tomat dengan cara mengatur aktivitas antioksidan dan hormon tanaman secara alami (Springer, 2026).

Kenapa Ini Bukan "Produk Unik Seaweed" Biasa

Banyak orang mengira semua produk berbahan rumput laut itu sama. Padahal, efektivitas ekstrak rumput laut sangat bergantung pada jenis alga, metode ekstraksi, dan dosis yang digunakan, bahkan riset menunjukkan dosis yang terlalu tinggi justru bisa berdampak negatif pada pertumbuhan tanaman (PMC, 2026).

Di sinilah letak perbedaannya. Bukan sekadar "mengandung rumput laut", tapi soal jenis alga yang dipilih, cara ekstraksinya, dan bagaimana formulasinya diracik untuk benar-benar memberikan efek biostimulan yang konsisten.

Kaylix: Ekstrak Rumput Laut Tropis Asli Indonesia

Nah, ini yang bikin Kaylix beda dari sekadar "produk rumput laut" pada umumnya. Kaylix dari Zentide menggunakan ekstrak rumput laut tropis yang bersumber langsung dari perairan Indonesia, bukan rumput laut impor atau hasil daur ulang limbah alga dari negara lain.

Mengikuti prinsip yang sama seperti riset-riset Sargassum di atas, kandungan rumput laut dalam Kaylix dipadukan dengan 14 mikroba aktif, asam organik, dan fitohormon alami, menciptakan formulasi lengkap yang bekerja pada akar, penyerapan nutrisi, dan ketahanan tanaman terhadap stres lingkungan sekaligus (formulasi produk Zentide).

Jadi kalau kamu lagi cari "ekstrak rumput laut" yang bukan cuma klaim di label, tapi benar-benar dibangun di atas prinsip ilmiah yang sama dengan riset-riset global soal alga cokelat, Kaylix adalah jawabannya, diuji lewat lebih dari 150 uji coba lapangan di lebih dari 40 jenis tanaman di Indonesia (data uji lapangan internal Zentide, 2025–2026).

cross